Si Jawara Desa Blang Krueng, Swadaya Membangun Sekolah Sendiri

BLANGKRUENG.DESA.ID  | Duabelas tahun silam bencana air bah raksasa menghancurkan gampong (baca: desa) ini. Tsunami itu tak hanya merenggut begitu banyak nyawa tetapi juga menghancurkan infrastruktur ekonomi bahkan pendidikan. Hingga tahun lalu desa ini bahkan bahkan tidak memiliki satupun sekolah untuk anak-anak mereka. Hingga akhirnya mereka menggalang swadaya dan berhasil membangun fasilitas pendidikan dengan kekuatan mereka sendiri.  

Namanya Gampong (Baca: desa) Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Inilah desa yang semangat hidup warganya tak sedikitpun pudar meski bencana raksasa menerjang dan menghancurkan gampong mereka. Sebaliknya, mereka bersatu dan melahirkan inisiatif mengatasi persoalan gampongnya, pendidikan.

Kepala Desa Blang Krueng Teuku Muslem mengungkapkan, sejak tsunami menerjang gampongnya, warga desanya kesulitan mendapatkan kursi sekolah karena desa ini tidak memiliki satupun sekolah, bahkan Sekolah Dasar sekalipun. “ Perangkat desa lalu mengajak bertemu seluruh warga untuk mencari solusi soal pendidikan ini. Dalam pertamuan itu kami semua sepakat masalah pendidikan formal dan agama adalah masalah mendasar dan sangat penting yang harus kami atasi segera,” kata Keuchik (sebutan untuk kepala desa).

Sekretaris Desa Sekretaris Desa Blang Krueng Teuku Badlisyah yang juga salahsatu penggerak perubahan di gampong itu berkisah, perjuangan melahirkan sekolah itu butuh waktu panjang. Dimulai para perangkat desa dan pemuda yang bertekad memajukan kampungnya. “ Dua tahun setelah tsunami kami berkumpul dan menggagas mengenai apa yang harus ditempuh desa ini agar bangkit setelah diterjang tsunami,” katanya kepada Berdesa.com.

Para pemuda pelopor ini lalu mengajak seluruh warga untuk berkumpul menggelar rembug desa. “ Berminggu-minggu kami membangun kesadaran dengan mengajak bicara warga, memasang spanduk, selebaran dan beragam cara. Soalnya situasi kami masih hancur lebur akibat tsunami sehingga butuh kerja keras mengajak mereka berpikir mengenai nasib desa,” ujar Badlisyah.

Lalu para pemuda memutuskan menciptakan momen yang kelak menjadi sangat bersejarah bagi gampong ini. “ Kami membuat malam pentas seni anak-anak Blang Krueng. Beragam kesenian lokal kami tampilkan. Warga bergembira,” kenang Badlisyah. Dalam suasana gegap gempita itulah lalu sang pembawa acara mengumumkan untuk melakukan penggalangan dana demi membangun sekolah.

Gampong Blang Krueng

Gampong Blang Krueng

Dengan penuh keikhlasan warga segera mengulurkan apa saja yang mereka bisa. “ Ada yang menyumbang Rp. 5 ribu hingga ada warga yang dengan luar biasa menyerahkan sumbangan Rp. 7 juta,” kisah Badlisyah. Hebatnya, angka Rp. 7 juta sebagai sumbangan terbesar itu justru diberikan oleh warga yang kondisi ekonominya pas-pasan. Beberapa hari kemudian terkumpullah Rp. 50 juta.

Kemudian bergotong-royong warga Blang Krueng merenovasi bekas aula desa menjadi dua ruang kelas sehingga berdirilah Sekolah Dasar Islam Terpadu Hafizul Ilmi. Warga juga merombak bangunan di samping posyandu menjadi TK IT Hafizul Ilmi. Untuk memenuhi kebutuhan peralatan, warga yang tidak bisa menyumbang uang bahu-membahu membuat meja, kursi, papan tulis dan berbagai kebutuhan belajar anak-anak mereka.

Untuk memastikan kegiatan pendidikan berjalan, dua sekolah ini ditangani langsung oleh desa termasuk menghadirkan para guru yang masih langka di sana. Pemerintah desa mengundang anak-anak muda bergelar sarjana-sarjana di gampong itu untuk menyumbangkan ilmu untuk desa. Gajinya? “ mereka digaji dengan topangan penghasilan yang didapatkan BUMDesa,” kata Badlisyah.

Selain desa terbaik dalam membangun kesadaran memajukan pendidikannya, Blang Krueng memiliki BUMDesa yang juga jagoan mengelola usaha. BUMDesa Blang Krueng memiliki usaha penyewaan 10 rumah yang tiap tahun menyumbangkan pendapatan kotor Rp 60 juta. Ditambah lagi dari beberapa unit usaha yang dikelola BUMDesa seperti penggemukan sapi dan sebagainya. BUMDesa inilah yang menyumbangkan jasa menggaji para guru demi berlangsungnya pendidikan bagi anak-anak Blang Krueng.

Tak sampai disitu, desa ini juga menerbitkan peraturan desa yang mewajibkan semua anak Gampong Blang Krueng harus bersekolah dari SD hingga SMA dalam jenjang formal. Satu lagi, desa ini juga mewajibkan semua anak Blang Krueng harus bisa mengaji dan mendapatkan pendidikan agama yang baik. Pendidikan agama memang sudah menjadi tradisi kuat dalam kehidupan masyarakat Serambi Mekah ini.

Bukan main-main warga Blang Krueng dalam membangun sekolah ini. Mereka juga menerapkan Standar Pelayanan Minimal dengan membuat aturan dasar yang harus dipenuhi sekolah seperti jumlah murid per kelas harus lebih dari 30, ada buku teks, ada fasilitas belajar yang memadai dan kelengkapan sarana untuk menunjang kenyamanan anak-anak menyerap ilmu di kelasnya.

Badlisyah menjelaskan, dalam satu tahun setelah dibuka jumlah murid TK mencapai 60 orang dan SD IT menampung 67 siswa di kelas 1 dan 2. Di seluruh dusun juga dibuka tempat pengajian. “ Ada 18 tempat pengajian sebagai lembaga pendidikan non formal di seluruh dusun,” jelas Teuku Badlisyah.

Sekarang ini perangkat desa bersama warganya terus berupaya untuk membangun fasilitas pendidikan di gampongnya. “ Kami sudah memiliki empat ruang kelas dan kami terus berusaha untuk menambah ruang-ruang kelas lagi,” kata Teuku Badlisyah. Saat ini perangkat desa dan para pemuda terus berusaha bisa membangun paling tidak empat kelas lagi demi menampung anak-anak yang ingin belajar di sekolah mereka. “ Kami berharap bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar kami bisa membangun ruang kelas lagi,” ujar sang Sekretaris.

Inisiatif desa membangun sendiri fasilitas pendidikan bagi warga mereka inilah yang mengantarkan Blang Krueng menjadi Juara I Lomba Desa di Provinsi Aceh. Di tingkat nasional Blang Krueng menyabet gelar terbaik untuk BUMDesa Kategori Partisipatif karena BUMDesa-nya turut mendorong kemajuan di bidang pendidikan desanya pada pemilihan BUMDesa terbaik se-Indonesia yang digelar Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi baru-baru ini.

Bukan itu saja, Blang Krueng juga dinobatkan sebagai satu dari tujuh Desa Unggulan se-Indonesia oleh Majalah Tempo berkat kegigihan warga Gampong dan perangkat gampong mereka mengentaskan warganya menjadi warga berpendidikan. Mimpi warga Blang Krueng tak terhenti di sini, mereka bertekad bisa memiliki lembaga pendidikan SMP, SMU bahkan perguruan tinggi. Yang pasti semangat warga gampong ini, inisiatif dan kesadaran kolektif yang mereka miliki membuat Blang Krueng memang desa yang unggul dan berprestasi.(aryadji/dari berbagai sumber)

Sumber : berdesa.com

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan