BUMG Bangun Gampong Korban Tsunami

BLANGKRUENG.DESA.ID | Aceh Besar, Badan usaha milik desa (BUMDes) di Nanggroe Aceh Darussalam yang dikenal dengan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) telah menjadi motor pembangunan ekonomi perdesaan.

Masyarakat Gampong Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, sempat tidak berkembang akibat konflik dan diperparah bencana tsunami yang melanda Aceh pada 2009.

Meski demikian, BUMG yang dibangun pada 2009 kini mampu menghasilkan laba bersih hingga Rp329 juta per tahun.

BUMG ini mempunyai berbagai bidang usaha, dari penggemukan sapi, rumah sewa, depot air isi ulang dan toko sembako, penyewaan handtractor dan mesin perontok, pengelolaan tanah, penyewaan pelaminan, penyewaan teratak, oleh-oleh kue keukarah, tanah baitulmal, hingga pengelolaan bank sampah.

Geuchik (Kepala) Gampong Blang Krueng Teuku Muslem menuturkan, awalnya Blang Krueng hanyalah gampong yang sederhana dengan sarana dan prasarana yang terbatas.

Bahkan, kondisi sosial masyarakat sangat terganggu.

“Blang Krueng adalah basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Sering terjadi pertempuran. Kehidupan masyarakat saat itu tidak normal,” sebutnya.

Kondisi itu makin diperparah dengan tsunami 2004.

“Saat itu kami harus memulai kehidupan dari nol. Dengan semangat membangun, perlahan kami bangkit,” lanjutnya.

Berawal dengan modal Rp3,7 juta, jelas dia, sejumlah pemuda memprakarsai pembentukan BUMG.

Kini, lanjut dia, BUMG telah memberi dampak baik bagi kehidupan masyarakat.

Bahkan, menurut dia, tidak ada pemuda pengangguran di desa yang dia pimpin.

Ketua BUMG Gampong Blang Krueng, Teuku Indra, menjelaskan peningkatan pendapatan asli gampong (PAG) didukung antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dan pemerintah yang sangat responsif.

Sumber : mediaindonesia.com

 

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan